Panah Tunggal atau Dobel?

Begitulah kira-kira yang ada dalam benak siswa bila diharuskan menulis sebuah persamaan reaksi.  Bisa dipahami, namanya juga anak.  Terkadang ada hal yang luput dari perhatian, sehingga ketika harus memilih jadi bingung atau lupa.

Lantas bagaimana seharusnya?  Berikut sedikit penjelasannya.  Panah tunggal dipakai untuk reaksi-reaksi yang tuntas (sempurna, reaksi  irreversibel), yaitu reaksi yang hanya berlangsung satu arah, lebih tepatnya pembentukan produk.


Panah dobel dipakai untuk menuliskan reaksi-reaksi yang tidak tuntas (tidak sempurna, reaksi kesetimbangan atau reaksi reversibel), yaitu reaksi yang dapat berlangsung dua arah, pembentukan prudok dan pembentukan reaktan kembali.

Kaitannya dengan asam kuat-asam lemah?  Reaksi peruraian elektrolit kuat (asam kuat, basa kuat, atau garam yang mudah larut) menggunakan tanda panah tunggal.  Reaksi peruraian elektrolit lemah (asam lemah, basa lemah atau garam-garam yang sukar larut) menggunakan tanda panah dobel.  Yang terakhir ini merupakan reaksi kesetimbangan.

Demikian, semoga dapat membantu dan tidak lupa, mohon masukannya.  Sukses selalu untuk kita semua.  Amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: